Kenapa Sevel bisa bangkrut?



Nama    : Budi Abdurohman
NPM      : 11615411
Kelas     : 2sa03


Seven Eleven kini sudah tak asing lagi di Indonesia, namun sayangnya kini sudah tidak terlihat satu gerai pun dibuka. Di seluruh dunia, Sevel tersebar di 17 negara dengan jumlah . menapai 58.300. Dua pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang. Toko kelontong ini memang berdiri di Texas sejak 1927 dengan nama awal Tote'm Stores. Nama Sevel baru digunakan pada 1946, saat itu hanya buka sejak pukul 7 pagi sampai 11 malam. Tahun 1991, Southland Corporation pemilik Sevel menjual sebagian besar sahamnya ke perusahaan jaringan supermarket Jepang bernama Ito Yokado. Seluruh saham Sevel diambil alih oleh pihak Jepang pada 2005.
Sejak pertama kali masuk ke Indonesia, jumlah gerai Seven-Eleven terus bertambah. Tahun lalu, untuk pertama kalinya, gerai sevel berkurang. Tahun ini Seven-Eleven resmi ditutup secara permanen di Indonesia
Sevel salah satu tempat favorit kalangan remaja, karena gerai menyediaan tempat untuk duduk dan ngobrol berlama-lama dengan hanya membeli kacang dan minuman soda. Tak ada pelayan yang mengusir secara halus. Jika ingin mengerjakan tugas, skripsi, atau kerja kelompok, Sevel menyediakan kebutuhan sumber listrik.
Sevel merevolusi fungsi toko peritel, bukan sekadar tempat membeli beberapa barang lalu pulang. Lebih dari itu, yaitu menjadi tempat bertemu dan membincangkan sesuatu.
Sevel masuk ke Indonesia pada tahun 2008.  dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak dari PT Modern International Tbk. Sevel merupakan hasil transformasi bisnis dari Modern Grup, setelah bisnis fotonya mengalami kelesuan. Di tengah kelesuan bisnis, Grup Modern akhirnya memutuskan untuk membeli lisensi waralaba 7-Eleven alias Sevel. Langkah itu terbukti sukses menyelamatkan bisnis Grup Modern.
Sejak awal masuk sampai sekarang, Sevel hanya ada di Jakarta. Kota-kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan, dan Palembang sejauh ini masih dijadikan rencana ekpansi, tetapi belum terealisasi.
Konsep Sevel di Indonesia dan negara-negara lain tidaklah sama. Di Indonesia setiap Sevel menyediakan tempat duduk dan meja dengan harga yang sedikit lebih mahal. Di Australia, Sevel hanya sekadar minimarket pada umumnya, tetapi harganya sama saja, tidak lebih mahal. Di Malaysia, beberapa gerai Sevel mulai menerapkan konsep yang sama dengan Indonesia, tetapi kursi dan meja yang disediakan tak sebanyak gerai-gerai di jakarta.
Setiap tahun, ada sekitar 30 sampai 60 gerai Sevel baru dibuka di Jakarta. Ini membuat jumlah gerai Sevel terus bertambah. Tahun 2011, hanya ada 50-an gerai Sevel. Tahun 2012, jumlahnya bertambah hampir dua kali lipat.
Sampai tahun 2014, jumlah gerai Sevel di Jakarta mencapai 190. Di tahun itu juga, sebanyak 40 gerai baru Sevel dibuka. Penjualan bersih pun naik 24,5 persen menjadi Rp971,7 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp778,3 miliar. Tahun itu bisa disebut sebagai puncak kejayaan Sevel.
Tahun berikutnya, penjualan Sevel menurun, pun begitu dengan jumlah gerainya. Tahun 2015 itu, total penjualan bersih Sevel turun menjadi Rp886,84 miliar. Untuk pertama kalinya Sevel melakukan penutupan gerai. Tahun itu, ada 20 gerai yang ditutup. Sementara gerai baru hanya dibuka 18, angka terkecil penambahan gerai sejak 2011.
Sampai akhir tahun ini, PT Modern Sevel Indonesia berencana menambah 11 gerai baru. Ini adalah tambahan gerai baru paling sedikit sepanjang sejarah Sevel.
Tutup nya Seven-Eleven secara permanen mungkin diperkirakan karena kebiasaan para pelanggan yang membeli makanan atau minuman sedikit tetapi duduk dan berdiam lama. Namun jika diteliti lagi, pelanggan yang berlama-lama pasti tidak hanya sekali membeli makanan atau minuman.
Seperti yang sudah dijelaskan Seven-Eleven di Indonesia merangkap menjadi toko retail dan restoran yang menyajikan makanan dan minuman siap saji. Regulator atau peraturan itu meman membuat Seven-Eleven kewalahan.
Ditambah dengan harganya yang lebih mahal dengan toko retail lain sepeti alfamart dan indomart.
Selain itu kini bertambah banyak restoran atau toko berkonsep seperti Seven-Eleven, membuat pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jika  Seven-Eleven sedang ramai.
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang mudah bosan juga bisa menjadi salah satu faktornya. Diawal pembukaan gerai-gerai  Seven-Eleven, para remaja khususnya selalu menjadikan Seven-Eleven sebagai tempat favorit untuk menghabiskan waktu luang, namun kini telah banyak cafe atau restoran dengan gaya kekinian yang unik dan lebih menarik.
Retail makanan dan minuman yang disediakan mungkin masih sama beragamnya dengan toko retail lainnya namun penyajian makanan dan minuman siap saji yang monoton serta kurang inovatif menjadikan Sevel-Eleven semakin menjadi pilihan nomer sekian bagi para pelanggannya

Komentar